Faunafella Cat Hotel

Cara Membersihkan Telinga Kucing dengan Aman

Membersihkan telinga kucing itu hanya bagian yang terlihat — usap daun telinga dan lipatan luar dengan kapas lembap, jangan pernah menyodok cotton bud ke dalam lubang telinga. Telinga kucing yang sehat sebenarnya tidak butuh sering dibersihkan; yang perlu diwaspadai justru bau, kotoran hitam, atau garukan berlebihan — itu tanda masalah yang perlu diperiksa dokter hewan.

Kami mengecek telinga kucing titipan sebagai bagian dari perawatan rutin, dan sebagian besar hanya perlu diseka ringan. Berikut caranya dengan aman.

Kapan telinga kucing perlu dibersihkan?

Tidak setiap hari. Bersihkan hanya bila terlihat sedikit kotoran atau lilin di daun telinga. Kucing sehat merawat telinganya sendiri, jadi membersihkan berlebihan malah bisa mengiritasi.

Alat yang dibutuhkan

  • Cairan pembersih telinga khusus kucing (ear cleaner) — jangan pakai alkohol, cuka, atau hidrogen peroksida; itu bisa melukai.
  • Kapas / cotton pad — bukan cotton bud (bud berisiko mendorong kotoran makin dalam dan melukai gendang telinga).
  • Handuk untuk membungkus bila kucing gelisah.
  • Camilan sebagai hadiah.

Langkah demi langkah

  1. Pilih waktu tenang dan pangku kucing dengan nyaman.
  2. Periksa dulu. Telinga sehat: merah muda bersih, tanpa bau. Kalau ada kotoran hitam, bau, bengkak, atau merah — stop, ini urusan dokter hewan (lihat di bawah).
  3. Teteskan ear cleaner secukupnya (sesuai anjuran produk), lalu pijat lembut pangkal telinga beberapa detik untuk melunakkan kotoran.
  4. Biarkan kucing menggeleng — ini membantu mengeluarkan kotoran dari dalam.
  5. Usap bagian luar dan lipatan yang terlihat dengan kapas. Cukup sampai batas yang terlihat mata — jangan masuk ke lubang.
  6. Beri camilan & pujian.

Kerjakan satu telinga, jeda, lalu telinga satunya bila kucing masih tenang.

⚠️ Yang tidak boleh dilakukan

  • Jangan menyodok cotton bud ke dalam lubang telinga — bisa mendorong kotoran makin dalam dan melukai.
  • Jangan pakai alkohol, cuka, hidrogen peroksida, atau minyak sembarangan — berisiko iritasi.
  • Jangan memaksa kalau kucing sangat menolak — berhenti dan coba lain waktu, atau serahkan ke groomer.

Tanda telinga yang harus diperiksa dokter hewan

Segera periksakan bila kamu melihat:

  • Kotoran hitam seperti bubuk kopi — sering tanda kutu telinga
  • Bau tidak sedap atau cairan
  • Merah, bengkak, atau berkerak
  • Kucing sering menggaruk telinga atau menggeleng-geleng kepala
  • Telinga terasa nyeri saat disentuh

Ini bisa jadi kutu telinga, infeksi, atau alergi yang butuh penanganan medis — bukan sekadar dibersihkan sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul

Seberapa sering telinga kucing dibersihkan? Hanya saat terlihat kotor. Untuk kebanyakan kucing indoor yang sehat, cukup sesekali. Terlalu sering justru mengiritasi.

Boleh pakai cotton bud? Untuk lipatan luar yang terlihat, boleh dengan sangat hati-hati — tapi jangan pernah masuk ke lubang telinga. Kapas lebih aman.

Kucingku telinganya bau dan ada kotoran hitam, kenapa? Itu bukan kotoran biasa — sering tanda kutu telinga atau infeksi. Sebaiknya periksakan ke dokter hewan, jangan hanya dibersihkan.


Telinga kucing yang sehat perawatannya minimal — cukup diseka ringan saat kotor, dan waspadai tanda masalah. Kalau kucingmu susah dipegang atau telinganya bermasalah, kamu bisa serahkan ke perawatan profesional. Di Faunafella, pengecekan dan pembersihan telinga termasuk dalam grooming — kamu bisa lihat layanan dan harga kami atau tanya via WhatsApp.

Siap menitipkan kucingmu dengan tenang?

Lihat harga & fasilitas
Chat kami